Rabu, 4 September 2024, bertempat di Gedung Pertemuan Klenteng Gudo, Jombang, digelar acara Temu Tokoh Umat Beragama dalam rangka Program Pembinaan dan Pengembangan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Acara ini mengusung tema “Sejajar dan Damai dalam Keragaman” dengan tujuan memperkuat kerukunan antarumat beragama di wilayah Jombang.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pemuka agama dan tokoh masyarakat dari berbagai organisasi keagamaan di Kabupaten Jombang. Mereka datang dengan semangat kebersamaan untuk membahas isu-isu kerukunan dan menjaga harmonisasi di tengah masyarakat yang beragam. Hadir pula pejabat pemerintah setempat, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jombang.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang ada. “Kerukunan umat beragama adalah fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa kita, terutama menjelang pemilihan kepala daerah yang akan datang. Toleransi dan kerja sama di antara masyarakat lintas agama di Jombang telah menjadi kekuatan dalam menciptakan kehidupan yang aman dan damai,” ujar beliau.

Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga suasana damai selama masa pemilihan, serta menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat.

Acara ini diisi dengan dialog antara tokoh-tokoh agama dari berbagai latar belakang, yang membahas pentingnya memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas agama guna mewujudkan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati. Temu tokoh ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di Kabupaten Jombang, sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.
Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk menciptakan kehidupan yang damai dan sejajar, tetapi justru menjadi kekayaan yang memperkuat bangsa. Agus (Adv)














