Beranda Peristiwa Lailatul Ijtima’ Ranting nu Megaluh Perkokoh Tali Silaturrahim Warga Nahdliyin dan...

Lailatul Ijtima’ Ranting nu Megaluh Perkokoh Tali Silaturrahim Warga Nahdliyin dan semua lapisan masyarakat.

163
0
Musholla Al Aqsho tempat Lailatul ijtima'
Kepala Desa Megaluh saat beri sambutan

Jombang | indonesiafacenews.id – Kegiatan Lailatul Ijtima’ ini selain menjadi media untuk merekatkan konsolidasi organisasi, juga untuk mempererat silaturahmi sesama warga Nahdliyin, terutama antar ulama sepuh dengan pengurus dan antara generasi muda NU dengan para sesepuh NU, sehingga dua manfaat bisa diraih sekaligus. Selasa malam (04/09/2024)

Kegiatan Jam’iyah Lailatul Ijtima’ merupakan salah satu kegiatan Pimpinan Ranting NU Desa Megaluh. Kegiatan yang dilaksanakan rutin selapan sekali tepatnya setiap malam kamis wage, bergilir dari Musholla dan Masjid seluruh Desa Megaluh. Kali ini Musholla al-Aksho Desa.Megaluh berketempatan selaku tuan rumah.

Musholla Al Aqsho tempat Lailatul ijtima’

Kegiatan ini diisi dengan berbagai macam acara diantaranya Pembacaan Sholawat Nabi,Asmaul Khusna,Pembacaa Alqur’an 30 Juz, Tahlil,Istighotsah,Do’a dan dilanjutkan Musyawarah,koordinasi,penyampaian informasi dan Bahtsul Matsail. Esensi kegiatan ini untuk mempererat Silaturrahmi , nguri uri amaliyah amaliyah ala Jamiyah Ahlussunnah Waljama’ah serta terkandung manfaat manfaat lainnya. Semoga membawa keberkahan,kemanfaatan dan menambah Rahmat Allah untuk Ummat.ujar pak.usman selaku seketatis ranting nu megaluh..

Terpisah sambutan ketua ranting nu megaluh sekaligus kepala desa megaluh Moh.zainudin arif, mengadakan acara Lailatul Ijtima’
Acara dimulai dari pukul 20.00 wib sampai pukul 22.00 wib dengan susunan acara khotmil Qur’an binnadzor 30 Juz, dilanjutkan dengan tahlil doa arwah untuk para leluhur Muassis dan Masyayikh Nahdlatul Ulama dan arwah kaum muslimin muslimat .

Dalam sambutan moh.zainudin arif kepala desa sekaligus Ketua NU Ranting megaluh Baru mengajak kepada anggota untuk selalu taat pada aturan pemerintah jangan golput Lebih lanjut Masyarakat dihimbau tidak menjadi golongan putih (Golput) di dalam Pemilihan Umum (Pilbub & pilgub) pada tahun ini 2024 yang akan datang.

Hal tersebut sebagai wujud tanggung jawab warga negara dalam memilih calon pemimpin dan menyukseskan pesta demokrasi yang di gelar.pada 27-November-2024.

Warga khidmat ikuti Lailatul ijtima’ PRNU megaluh

Dikatakan, sudah dipastikan kita ada yang berbeda, berbeda pilihan warna dalam pemilu, namun jangan menjadi penghalang untuk kita saling bersilaturahmi seperti di Desa.megaluh saat ini kita laksanakan, kita harus tetap menjaga kebersamaan dalam lingkungan kita masing – masing seperti sekarang ini ” ungkap pak Kades.

“Harapnya Kita sebagai warga negara khususnya warga Desa megaluh diharapkan dapat memberikan suaranya pada saat pilbup dan pilgub nanti, karena suara kita adalah menentukan pemimpin kita, mana yang kita pilih dan jangan sampai kita tidak memberikan suara, karena kita yang akan merugi,” paparnya.

lanjut, “Berharap, kegiatan kegiatan yang sangat mulia ini agar dapat diteruskan dan dipertahankan, selain menjadi ajang silaturahmi , disini ada hal yang lebih baik yakni ada kegiatan jalan sehat ini. Kita harus menjaga Keberagaman dan bersatu padu membangun bangsa indonesia. Bhineka Tunggal Ika menggambarkan konsep bahwa meskipun Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan budaya, bangsa Indonesia tetap menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Keberagaman tersebut diakui, dihargai, dan disatukan dalam semangat persatuan, ” Pungkas kepala desa megaluh.

Tausiyah disampaikan oleh ustadz sahroni selaku penyuluh agama Islam non PNS KUA megaluh. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan
1. Orang yg gemar membaca Al Qur’an;
2. Orang yg menjaga mulutnya,!
3. Orang yg suka memberi makan kepada orang yg kelaparan; dan
4. Orang yg berpuasa di bulan
Dan kami NU berkomitmen untuk amal-amal kegiatan bulan Ramadhan tak usah ada berdebatan atau sengketa, ciptakan kedamaian di masyarakat agar umat menjadi tenang dalam beribadah.
Acara ditutup dengan ramah tamah ngopi budayah allah nu.
Pungkas.(Thil)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini