Jombang, 10 Oktober 2023 – Sosialisasi toleransi keberagaman di kalangan pemuda digelar di Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang, Selasa (10/10). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa berasal dari Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbulloh, SMA Muhammadiyah 1 Jombang, SMA Budi Utomo Perak Jombang (LDII), OSIS dari seluruh sekolah yang dinaungi Yayasan Wahab Hasbulloh dan guru madrasah tersebut.

Acara dibuka oleh pembawa acara, Auliningrum. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Fikri Hasan. Kemudian, peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam sambutannya, pembina Madrasah Aliyah Unggullah Wahab Hasbullah, Hj. Mundjidah Wahab, menyampaikan bahwa toleransi keberagaman merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia berharap, melalui kegiatan ini, para siswa dapat memahami pentingnya toleransi keberagaman dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Toleransi keberagaman merupakan kunci untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam masyarakat,” kata Hj. Mundjidah Wahab.

Selanjutnya dilaksanakan peresmian Griya Moderasi oleh Ketua FKUB Kabupaten Jombang, KH. Munif Kusnan, SH. M.Si

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Dr. H. Muhajir, S.Pd, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa toleransi keberagaman merupakan salah satu nilai luhur bangsa Indonesia. Ia mengajak para siswa untuk terus menjaga dan melestarikan nilai toleransi keberagaman.
“Toleransi keberagaman merupakan warisan bangsa yang harus kita jaga dan lestarikan,” kata Dr. H. Muhajir, S.Pd, M.Ag.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber, yaitu KH. Munif Kusnan, SH. M.Si, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jombang, dan Miftahul Arief.
Dalam materinya, KH. Munif Kusnan menyampaikan bahwa toleransi keberagaman merupakan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan. Ia mengajak para siswa untuk memahami perbedaan agama, suku, ras, dan golongan.
“Toleransi keberagaman merupakan kunci untuk menciptakan masyarakat yang rukun dan damai,” kata KH. Munif Kusnan.

Sementara itu, Miftahul Arief menyampaikan bahwa toleransi keberagaman dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti saling menghargai, saling menghormati, dan saling membantu. Ia mengajak para siswa untuk menerapkan toleransi keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Toleransi keberagaman merupakan sikap yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Miftahul Arief.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber.
Kegiatan sosialisasi toleransi keberagaman di kalangan pemuda ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya toleransi keberagaman. (Agus/Adv)














