Jombang, 22 Juli 2025
Ruang Rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jombang
Dalam upaya memperkuat peran masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jombang membentuk Kader Anti Narkotika di wilayah Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba). Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 22 Juli 2025 di Ruang Rapat Bakesbangpol Kabupaten Jombang.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang berbeda, guna memberikan pemahaman menyeluruh dari aspek sosial, kesehatan, dan keagamaan.
1. Drs. Anwar, M.Kp (Kepala Bakesbangpol Jombang)
Dalam sambutannya, Drs. Anwar menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Kader Anti Narkotika adalah agen perubahan yang memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Mereka menjadi pelopor gerakan anti narkoba yang berbasis komunitas. Tanpa partisipasi warga desa, mustahil kita mampu mewujudkan Desa Bersinar secara menyeluruh,” ujar beliau.

2. dr. Agung Sugiyarto Masrom (PSC Jombang)
Sebagai praktisi kesehatan, dr. Agung memaparkan secara detail mengenai bahaya narkoba terhadap tubuh manusia, khususnya dampaknya terhadap sistem saraf, jantung, hati, dan kejiwaan.
“Penyalahgunaan narkoba menyebabkan kerusakan organ secara permanen. Banyak pasien yang datang dalam kondisi kritis karena terlambat ditangani. Kader desa harus menjadi penjaga garda depan agar masyarakat tidak sampai terjerumus ke dalam jerat narkotika,” terang dr. Agung.

3. H. Asep Kurniawan, S.Pd.I, M.Pd.I (Praktisi Dakwah dan Pendidikan)

Dari perspektif agama Islam, H. Asep mengingatkan bahwa narkoba adalah perusak moral dan akhlak, serta dilarang keras dalam ajaran Islam.
“Islam melarang segala bentuk penyalahgunaan zat yang merusak akal dan tubuh. Kader Anti Narkotika juga menjalankan misi keagamaan—yakni menjaga jiwa dan moral masyarakat. Ini adalah bentuk nyata jihad sosial melawan kerusakan generasi,” tuturnya.
Sinergi Mewujudkan Desa Bersinar
Melalui pembentukan Kader Anti Narkotika ini, Bakesbangpol berharap lahir kader-kader desa yang mampu menjalankan fungsi edukatif, preventif, dan pengawasan secara aktif di masyarakat.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif serta diskusi perumusan strategi pencegahan narkoba berbasis potensi lokal desa.
“Mari kita wujudkan Jombang Bersinar—bersih dari narkoba, kuat dalam kebersamaan, dan tangguh menghadapi tantangan bangsa,” tutup Kepala Bakesbangpol.














