
Jombang | indonesiafacenews.id – Acara peringatan Maulid Nabi ini sebagai wujud rasa cinta kasih kita kepada junjungan kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Semoga acara ini dapat mempererat ukhuwah Islamiah kita, mempererat tali persaudaraan kita sebagai sesama umat Islam.
Semoga acara peringatan Maulid Nabi ini memberi kita hikmah, ilmu, serta manfaat bagi kita semua.
Saya selaku Ketua Panitia acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memohon maaf jika pada saatnya nanti pelaksanaan acara peringatan Maulid Nabi ini ada yang kurang berkenan atau ada kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.
Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan sebagai Ketua Panitia pelaksana dari acara kegiatan Maulid Nabi ini, semoga segala sesuatunya dilancarkan.ujar ustadz miftahul khoir.(Panitia) Suport .
dari bpk agung (afco grup).
jagad net.(Bpk.sujad miko ) ibu puspita juragan ban motor / mobil di luar jawa toko baju mama.novi
Toko ud mas arif (toko sembako) dan warga lingkungan musholla. Jum’at Legi malam (06/09/2024)
Terlihat antusias Masyarakat & Istighosah
Sedikit demi sedikit para jamaah berbondong menuju alas terpal yang disiapkan di depan panggung. Mulai dari pria, wanita, dan juga anak-anak berkumpul jadi satu di tengah udara dingin malam
Empat orang pemimpin istighosah duduk bersila di barisan depan jamaah, membuka acara dengan doa-doa yang diawali dengan pembacaan Al Fatihah. Doa tersebut ditujukan kepada para ulama, warga setempat dan juga seluruh umat islam.
Empat orang pemimpin istighosah duduk bersila di barisan depan jamaah, membuka acara dengan doa-doa yang diawali dengan pembacaan Al Fatihah. Doa tersebut ditujukan kepada para ulama, warga setempat dan juga seluruh umat islam.
Ucapan istighfar berulang-ulang terdengar di tengah kegiatan sakral, dan berlangsung hikmat.

“La haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim” begitu lantunan yang terus terdengar di tengah-tengah acara. Dzikir-dzikir tahlil lainnya diucapkan bersama-sama oleh para jamaah.
Grup Jamus Kalimosodo
Kegiatan pengajian ini diramaikan dengan grup Jamus Kalimosodo yang biasa mengiringi Gus Gendeng dari Kediri.
“Sholatullah…salamullah…’alaa thohaa rosulillah…” Suara sholawat yang menggelegar langsung menggantikan nuansa kian semarak. Sholawat yang ditampilkan dalam kemasan jawa dan islam yang begitu harmonis.
Tidak hanya sholawat, Grup Jamus Kalimosodo juga membawakan lagu-lagu bernuansa nada pembuka Timur Tengah di nomer lagunya berjudul Subhanallah.
Mauidho khasanah gus gendeng..
Pengajian malam itu dihadirkan lengkap dengan group musiknya
Gus Gendeng berpakaian adat jawa mengenakan topi/ blangkon.
Gus Gendeng sendiri ,masih terdengar asing bagi warga Dsn.kedung timongo Dsa.megaluh jadi banyak yang penasaran berbondong – bondong malam itu untuk menyaksikan langsung penceramah tersebut karena namanya saja terdengar aneh seperti nama orang gila.
Begitu menyaksikan ceramah dari Gus Gendeng, ribuan pengunjung terlihat terkesima dengan logat dan gaya pengajiannya. bahkan terlihat para jama’ah tetap bertahan dari tempat duduknya.
Sesuai dengan tema Tasyakuran atas kelahiran nabi muhammad saw, Pengajian tersebut membahas tentang pentingnya sodakoh, beramal dan pentingnya aqiqah bagi orang tua yang mempunyai anak ,dan juga pentingnya mengutamakan perintah Allah dari pada duniawi.jangan melihat sesuatu dari segi pakaian

Terpisah Ahmad, menyampaikan “Harapan kami, semoga karang taruna Pemuda Kita desa megaluh Seduluran ini semakin solid dan kompak kedepannya, yang nantinya bisa berkarya untuk negeri dan menjadi ujung tombak masyarakat,” Ahmad tokoh masyarakat pungkasnya. (Thil/Had)














