Beranda Peristiwa Jejak Historis Pancasila Sebagai Dasar Negara: Meneguhkan Semangat Toleransi dan Kerukunan Bangsa

Jejak Historis Pancasila Sebagai Dasar Negara: Meneguhkan Semangat Toleransi dan Kerukunan Bangsa

48
0

Jombang, 1 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jombang menggelar kegiatan Sosialisasi “Jejak Historis Pancasila Sebagai Dasar Negara”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara, ideologi pemersatu bangsa, serta pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara berlangsung di Balai Desa Tapen Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang dan diikuti dengan antusias oleh 150 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, perangkat desa, dan perwakilan pemuda dari berbagai kecamatan. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kebangsaan masyarakat Jombang yang tinggi dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tantangan.


Pancasila Dalam Lintasan Sejarah: Menelusuri Akar Ideologis Bangsa

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Budi Winarno, S.T., M.Si, selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jombang, yang sekaligus menjadi pemateri pertama dengan tema “Pancasila Dalam Lintasan Sejarah.”

Dalam paparannya, Budi Winarno menjelaskan bahwa memahami sejarah lahirnya Pancasila bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi merupakan upaya meneguhkan jati diri bangsa Indonesia. Pancasila lahir melalui proses panjang perjuangan para pendiri bangsa yang penuh dengan perdebatan, semangat kebersamaan, dan rasa cinta tanah air yang mendalam.

“Pancasila adalah hasil konsensus luhur para pendiri bangsa yang menyatukan berbagai perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan politik. Melalui sejarahnya, kita belajar bahwa Pancasila bukanlah doktrin kaku, tetapi ideologi hidup yang relevan untuk setiap zaman,” ujar Budi Winarno.

Beliau juga menekankan bahwa generasi muda harus memahami konteks historis lahirnya Pancasila agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi asing yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa. Melalui pendidikan kebangsaan dan penguatan ideologi, diharapkan semangat cinta tanah air dan nasionalisme dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.


Pancasila Sebagai Konsensus Nasional: Menyatukan Perbedaan Menjadi Kekuatan

Pemateri kedua, Dr. Medan Amrullah, M.Ap, seorang praktisi wawasan kebangsaan, menyampaikan materi berjudul “Pancasila Sebagai Konsensus Nasional.” Ia memaparkan bahwa Pancasila menjadi fondasi utama yang menyatukan berbagai kelompok sosial, budaya, dan agama di Indonesia.

Menurutnya, Pancasila bukan hanya produk sejarah, melainkan hasil kesepakatan moral dan politik seluruh elemen bangsa yang menjadi pedoman dalam kehidupan bernegara.

“Kita harus memahami bahwa konsensus Pancasila adalah titik temu dari perbedaan yang sangat beragam di Indonesia. Pancasila menjadi payung besar yang menaungi semua perbedaan tanpa meniadakan identitas masing-masing,” tegasnya.

Dr. Medan juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen kebangsaan agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya berhenti pada tataran simbolik, melainkan diaktualisasikan dalam tindakan nyata, seperti sikap toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial di lingkungan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa di era globalisasi, di mana informasi dan ideologi luar dengan mudah masuk, masyarakat harus mampu memfilter dan meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.


Jejak Historis Pancasila dan Toleransi: Menyemai Kerukunan Dalam Kebinekaan

Sesi ketiga menghadirkan Octadella Bilytha Permatasari, S.T., M.B.A.Intl, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, yang membawakan materi “Jejak Historis Pancasila Sebagai Dasar Negara untuk Meneguhkan Toleransi dan Kerukunan Bangsa.”

Dalam paparannya, Octadella menekankan bahwa semangat toleransi dan kerukunan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai Pancasila. Pancasila, menurutnya, bukan hanya dasar negara tetapi juga falsafah hidup bangsa yang menuntun setiap warga untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan.

“Pancasila adalah panduan moral yang menuntun kita dalam berinteraksi di tengah keberagaman. Toleransi bukan sekadar kata, melainkan wujud nyata dari cinta tanah air dan penghormatan terhadap kemanusiaan,” ungkap Octadella.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman sikap dan tindakan. Dengan demikian, kehidupan sosial di Jombang akan semakin harmonis, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang diwariskan para pendiri bangsa.


Partisipasi Aktif dan Semangat Kebangsaan

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi dan tanya jawab berjalan dinamis, dengan berbagai pandangan disampaikan mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat modern.

Beberapa peserta mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini, karena memberikan wawasan baru tentang pentingnya memahami Pancasila dari sisi historis sekaligus aplikatif. Mereka berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar semangat kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Di akhir acara, Budi Winarno menyampaikan harapannya agar kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi inspirasi untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan nyata.

“Dengan memahami sejarah lahirnya Pancasila dan makna yang terkandung di dalamnya, kita dapat memperkuat rasa persatuan, memperdalam toleransi, dan menjaga kerukunan sebagai modal utama membangun bangsa,” tutupnya.

Peneguhan Komitmen Kebangsaan

Kegiatan Sosialisasi Jejak Historis Pancasila Sebagai Dasar Negara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Jombang untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan. Melalui semangat gotong royong, toleransi, dan kebersamaan, nilai-nilai Pancasila diharapkan terus hidup dan membumi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Bakesbangpol Jombang menunjukkan komitmen kuat dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berideologi Pancasila, dan berjiwa nasionalis, sebagai landasan menuju Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini