Pekan balapan pertama di era regulasi baru Formula 1 langsung menghadirkan tanda tanya besar bagi tim Aston Martin. Tim yang digadang-gadang akan menjadi “superteam” di F1 ini tentu berharap memulai musim dengan hasil positif. Namun dua sesi free practice GP Australia justru menunjukkan bahwa Aston Martin masih memiliki banyak pekerjaan rumah.
Alih-alih langsung bersaing untuk kemenangan, performa Aston Martin di Albert Park terlihat cukup tertinggal dari para pesaingnya.
Aston Martin Tertinggal di Sesi Free Practice GP Australia
Pada sesi latihan GP Australia, catatan waktu Aston Martin masih jauh dari para pembalap terdepan. Waktu terbaik mereka tercatat di angka 1:24.662, sekitar lima detik lebih lambat dari waktu tercepat di sesi tersebut.
Masalah reliability juga langsung muncul sejak awal akhir pekan balapan. Fernando Alonso tidak dapat mengikuti FP1 GP Australia karena mengalami kendala pada power unit. Sementara itu, Lance Stroll hanya mampu menyelesaikan tiga lap sebelum mengalami masalah yang sama.
Situasi tidak banyak membaik di FP2. Sepanjang sesi tersebut, Aston Martin hanya mencatatkan total 31 lap.
Sebagai perbandingan, Charles Leclerc mampu menyelesaikan 33 lap hanya dalam FP1, sementara Nico Hülkenberg juga menempuh 33 lap di FP2. Artinya, total lap yang dicatatkan Aston Martin sebagai satu tim bahkan kalah dibandingkan jumlah lap dari satu pembalap saja.
Masalah Teknis Aston Martin Sudah Terlihat Sebelum GP Australia
Kesulitan Aston Martin di GP Australia sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan. Sebelum musim Formula 1 dimulai, tim ini sudah dilaporkan menghadapi sejumlah kendala teknis dalam pengembangan mobil baru mereka.
Salah satu masalah utama adalah getaran pada mobil. Adrian Newey menjelaskan bahwa sumber getaran berasal dari power unit, sementara chassis hanya menjadi penerima getaran tersebut.
Struktur karbon pada mobil Formula 1 yang sangat kaku dan hampir tidak memiliki peredam alami membuat getaran itu merambat ke seluruh bagian mobil, bahkan hingga ke tangan pembalap.
Newey bahkan mengungkapkan bahwa getaran tersebut sempat menyebabkan beberapa masalah keandalan pada mobil Aston Martin, termasuk spion yang terlepas saat mobil berada di lintasan.
Adaptasi Aston Martin dengan Power Unit Baru
Di balik layar, tim teknis Aston Martin juga mengakui bahwa proyek mobil mereka untuk musim Formula 1 tahun ini masih berada dalam fase adaptasi.
Adrian Newey mengungkapkan bahwa timnya menghadapi situasi yang tidak sepenuhnya mereka perkirakan ketika memulai proyek mesin baru.
Ia mengatakan bahwa tim “terpukul oleh fakta bahwa Honda hanya mempertahankan sekitar 30 persen staf lama mereka,” kondisi yang tentu memengaruhi proses pengembangan power unit baru Aston Martin.
Aston Martin Masih Harus Mengejar di Awal Musim F1
GP Australia sering menghadirkan kejutan, terutama di sirkuit jalan raya seperti Albert Park yang terkenal sulit diprediksi.
Namun melihat performa Aston Martin sepanjang sesi latihan sejauh ini, tim tersebut tampaknya masih harus bekerja keras untuk menutup jarak dengan para pesaing utama mereka di awal musim Formula 1.
Jika masalah reliability dan getaran pada mobil tidak segera teratasi, Aston Martin kemungkinan akan menghadapi awal musim yang cukup menantang.












