Era regulasi baru Formula 1 tidak hanya merubah mobil dan power unit baru, tapi juga membawa sebuah mekanisme baru bernama ADUO. Sistem ini dibuat FIA untuk mencegah satu pabrikan mesin langsung unggul terlalu jauh di awal era regulasi baru, sementara pabrikan lain tertinggal tanpa jalan untuk mengejar.
Simplenya, ADUO adalah jalur khusus yang memungkinkan pabrikan power unit yang performanya terbukti tertinggal agar mendapat kesempatan tambahan untuk melakukan upgrade. Jadi, ini bukan aturan yang berlaku untuk semua pabrikan power unit secara bebas, melainkan alat “catch-up” yang hanya diberikan kepada pabrikan yang memenuhi syarat tertentu.
ADUO Hadir Karena Mesin 2026 Tetap Dihomologasi
Banyak yang mengira pabrikan mesin tetap bisa mengembangkan performa sesuka hati sepanjang musim 2026. Padahal, dasar aturannya justru sebaliknya. FIA mewajibkan setiap pabrikan power unit mengajukan satu homologation dossier untuk periode 2026 sampai 2030, dan homologasi itu berlaku sampai akhir musim 2030.
Artinya, mesin dasar mereka pada dasarnya sudah “dikunci”. Setelah homologasi diberikan, pabrikan memang masih bisa melakukan pengembangan mesin, tapi upgrade yang boleh dipakai di lintasan hanya yang diizinkan aturan. Tanpa jalur khusus seperti ADUO, ruang perubahan mereka lebih banyak berkaitan dengan kepatuhan regulasi, reliability, safety, cost saving, supply issues, atau perubahan instalasi minor.
Dengan kata lain, ADUO muncul justru karena FIA sadar bahwa regulasi baru bisa menciptakan gap besar di awal. Kalau mesin sudah dihomologasi lalu salah satu pabrikan langsung tertinggal jauh, mereka butuh jalur resmi untuk mengejar tanpa harus membuka pintu upgrade bebas untuk semua pihak.
Cara Kerja ADUO di Musim 2026
FIA membagi penilaian ADUO ke dalam tiga periode: round 1–6, 7–12, dan 13–18. Pada akhir tiap periode, FIA akan membandingkan ICE Performance Index setiap pabrikan dengan pabrikan terbaik di periode tersebut. Dari situlah diputuskan apakah sebuah pabrikan layak mendapat ADUO atau tidak.
Kalau sebuah pabrikan tertinggal setidaknya 2% tetapi kurang dari 4%, mereka bisa mendapat 1 upgrade homologasi tambahan di musim berjalan dan 1 lagi di musim berikutnya. Jika tertinggal 4% atau lebih, mereka bisa mendapat 2 upgrade tambahan di musim itu dan 2 lagi di musim berikutnya. Upgrade itu juga baru boleh dipakai mulai balapan pertama setelah grant ADUO diberikan.
Jadi, ADUO bukan berarti pabrikan boleh seenaknya mengganti spek mesin setiap akhir pekan. Sistem ini tetap ketat, tetap berbasis homologasi, dan hanya dibuka kalau FIA menilai performa ICE mereka benar-benar cukup jauh di bawah yang terbaik.
Komponen Apa Saja yang Bisa Masuk Upgrade ADUO?
FIA juga tidak membiarkan ADUO dipakai untuk mengubah semua bagian power unit. Aturannya jelas: upgrade ADUO hanya boleh berisi komponen yang diberi tanda centang pada kolom “ADUO” di Appendix C4.
Dalam praktiknya, komponen yang termasuk ADUO-eligible mencakup banyak bagian performa utama. Di antaranya adalah main ICE assembly, beberapa internal mesin, bagian tertentu dari intake system, komponen fuel system setelah high-pressure fuel pump, turbocharger, wastegate, pop-off valve, ignition coils, MGU-K, Energy Store, CU-K, DC-DC, serta sejumlah komponen pendinginan, hidrolik, dan fluida seperti fuel dan engine oil.
Namun tidak semua komponen bisa masuk jalur ini. Beberapa bagian penting justru tidak termasuk ADUO, seperti high-pressure fuel pump, fuel injectors, beberapa sensor regulatori, dan boost-pressure measurement device. Artinya, FIA memang membatasi ADUO agar tetap fokus sebagai alat konvergensi performa, bukan celah untuk mendesain ulang seluruh power unit.
Siapa yang Paling Berpotensi Mendapat ADUO?
Sampai sekarang, belum ada pabrikan yang resmi dipastikan mendapat ADUO. Alasannya sederhana: FIA baru menilai ADUO setelah satu periode selesai, dan periode pertama baru berakhir setelah 6 competition rounds. Sementara kalender FIA saat ini menunjukkan baru Australia, China, dan Jepang yang selesai, sedangkan Bahrain dan Saudi Arabia resmi called off pada April.
Meski begitu, kalau melihat hasil publik yang ada sekarang, dua nama yang paling sering masuk pembahasan adalah Honda dan Audi. Aston Martin, yang kini menjadi partner works Honda, masih berada di 0 poin, sementara Audi baru mengoleksi 2 poin di klasemen tim 2026. Sebaliknya, Mercedes memimpin klasemen dengan 135 poin, sedangkan Ferrari berada di 90 poin.
Tetapi perlu digarisbawahi, ini masih sebatas indikator publik, bukan keputusan resmi FIA. ADUO tidak diberikan berdasarkan poin konstruktor, melainkan berdasarkan ICE Performance Index yang dihitung FIA. Karena itu, Honda dan Audi saat ini mungkin terlihat paling rentan dari luar, tetapi keputusan final tetap baru akan jelas setelah FIA menutup penilaian periode pertama.
ADUO Bisa Jadi Faktor Penting di Awal Era Baru F1
Era 2026 diprediksi menjadi salah satu reset terbesar dalam sejarah modern Formula 1. Dalam situasi seperti itu, selisih performa antar-pabrikan power unit sangat mungkin terjadi sejak balapan-balapan awal. FIA tampaknya tidak ingin satu pabrikan langsung mengunci keunggulan bertahun-tahun hanya karena unggul di awal siklus regulasi.
Karena itulah ADUO menjadi elemen yang sangat menarik untuk diperhatikan. Di satu sisi, homologasi tetap menjaga stabilitas regulasi. Di sisi lain, ADUO memberi jalur legal bagi pabrikan yang tertinggal untuk memperkecil jarak. Jika gap performa mesin benar-benar besar di paruh awal musim, sistem ini bisa menjadi salah satu penentu utama bagaimana peta persaingan power unit F1 2026 berkembang.













