Jombang, 17 Oktober 2025 — Suasana hangat penuh keakraban terasa di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jombang ketika Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jombang menerima kunjungan studi komparasi dari FPK Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi momen berharga untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat sinergi, serta memperkokoh semangat kebangsaan di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris FPK Kota Semarang, Nunung, menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan rombongan.
“FPK Kota Semarang bermaksud ngangsu kaweruh di FPK Kabupaten Jombang,” ujarnya dengan penuh semangat. Istilah ngangsu kaweruh yang berarti menimba ilmu ini mencerminkan niat tulus FPK Kota Semarang untuk belajar dari pengalaman dan praktik baik FPK Jombang dalam mengelola keberagaman dan memperkuat kohesi sosial.

Ketua FPK Kabupaten Jombang, Gus Zuem, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat jejaring dan pemahaman antar-FPK di berbagai daerah.
“Sebenarnya akan sangat mendalam manakala dilaksanakan dalam waktu yang lebih panjang,” ungkapnya dengan senyum ramah, menggambarkan semangat untuk mempererat kerja sama antar-daerah.

Pada sesi tanya jawab, suasana dialog berlangsung akrab dan terbuka. Salah satu anggota FPK Kota Semarang dari suku Bali, Nyoman Romangsi, bertanya, “Bagaimana FPK Jombang mengelola konflik hingga Kabupaten Jombang bisa adem ayem?”
Menanggapi hal tersebut, Ketua FPK Jombang menjelaskan, “Konflik yang timbul biasanya karena perbedaan pilihan politik, antar tokoh atau kyai punya pilihan masing-masing. Namun kita tidak boleh mendahului takdir atau kehendak Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, setelah selesai proses pemilu, semua kembali seperti sediakala.”

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jombang, Budi Winarno, ST., M.Si, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan FPK Kota Semarang.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan FPK Kota Semarang. Pertemuan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman. FPK adalah miniatur Indonesia, tempat di mana berbagai unsur masyarakat bersatu dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan dikembangkan dalam bentuk kolaborasi program pembauran kebangsaan di masa mendatang.
“Melalui kerja sama antar-FPK, kita bisa saling belajar, saling menguatkan, dan terus menanamkan nilai-nilai toleransi yang menjadi fondasi bangsa,” tambahnya.
Sebagai penutup, acara diakhiri dengan pertukaran cenderamata dan sesi foto bersama, menandai berakhirnya kegiatan dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Studi komparasi ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan harmoni bangsa melalui wadah Forum Pembauran Kebangsaan.













