Plemahan, 19 November 2024 – Balai Desa Plemahan menjadi saksi semangat bersama untuk memberantas penyalahgunaan narkoba dalam acara Sosialisasi Pendidikan Wawasan Kebangsaan sebagai Pondasi Desa Bersih Narkoba yang Tangguh dan Mandiri. Sebelum acara berlangsung, terlebih dulu disampaikan materi tentang Pendidikan Wawasan Kebangsaan sebagai Pondasi Desa Bersih Narkoba yang Tangguh dan Mandiri oleh Arfan Budi Sucahyo Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jombang.
Pendidikan Wawasan Kebangsaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat yang sadar akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kesatuan. Dalam konteks ini, pendidikan tersebut menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang tangguh dan mandiri. Berikut adalah penjelasan tentang hubungan antara pendidikan wawasan kebangsaan dan upaya pemberantasan narkoba di tingkat desa:
- Pemahaman Nilai-Nilai Kebangsaan
Pendidikan wawasan kebangsaan menanamkan nilai-nilai seperti cinta tanah air, tanggung jawab sosial, serta kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dengan pemahaman ini, masyarakat desa akan lebih peduli terhadap lingkungan sosialnya, termasuk dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
- Membangun Karakter Tangguh
Melalui pendidikan ini, masyarakat diajarkan untuk memiliki mental yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif, seperti narkoba. Karakter tangguh ini penting untuk menciptakan individu yang mampu menghadapi tantangan hidup tanpa bergantung pada zat adiktif.
- Peningkatan Kesadaran Hukum
Pendidikan wawasan kebangsaan juga memberikan pemahaman tentang pentingnya menaati hukum. Masyarakat yang sadar hukum akan lebih berperan aktif dalam melaporkan atau mencegah aktivitas ilegal, termasuk peredaran narkoba di lingkungannya.
- Penguatan Gotong Royong dan Kepedulian Sosial
Nilai gotong royong yang ditekankan dalam wawasan kebangsaan memperkuat solidaritas masyarakat desa. Kerjasama ini menjadi modal penting dalam menjalankan program Desa Bersinar, di mana semua elemen masyarakat bersatu untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba.
- Kemandirian Desa
Desa yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat cenderung lebih mandiri dalam mengatasi masalah sosial, termasuk narkoba. Kemandirian ini mencakup kemampuan desa untuk merancang dan menjalankan program pencegahan serta rehabilitasi bagi warganya tanpa ketergantungan pada pihak luar.
- Pengembangan Potensi Ekonomi dan Kreativitas
Pendidikan wawasan kebangsaan juga mendorong pengembangan potensi ekonomi desa. Dengan adanya kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat, risiko penyalahgunaan narkoba dapat diminimalkan. Masyarakat yang sibuk dengan aktivitas positif, seperti usaha kecil atau program pelatihan, akan lebih sulit terjerumus ke dalam lingkaran narkoba
Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa hingga lembaga terkait, untuk menyampaikan pentingnya pendidikan kebangsaan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang bebas dari narkoba.

Acara diawali dengan pembukaan yang penuh khidmat dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Kepala Desa Plemahan, Chamimi, menyampaikan keprihatinannya terkait banyaknya warga yang terpengaruh untuk menggunakan narkoba. Beliau menekankan pentingnya edukasi dan sinergi seluruh pihak dalam memberantas ancaman ini.

Camat Sumobito, Heru Cahyono, S.Sos., M.Si., menambahkan bahwa Desa Plemahan bersama Desa Sumobito dan Desa Jogoloyo termasuk dalam kategori desa rawan penyalahgunaan narkoba di kecamatan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus untuk mengubah citra dan kondisi wilayah ini menjadi lebih aman dan sehat.

Sementara itu, Drs. Anwar, MKP, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jombang, memaparkan bahwa Jombang menduduki peringkat ketiga di Jawa Timur dalam jumlah kasus penyalahgunaan narkoba. Hal ini menjadi tantangan besar yang membutuhkan langkah-langkah inovatif dalam penanganan dan pencegahannya.

Kepala BNN Kota Mojokerto, Agus Sutanto, SE., M.Si., memberikan pemaparan terkait program rehabilitasi dan penanganan penyalahgunaan narkoba. Ia menjelaskan pentingnya identifikasi dini serta pengelolaan rehabilitasi yang tepat guna membantu korban kembali produktif di masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang sangat interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk menggali berbagai informasi, mulai dari langkah awal membantu pengguna narkoba, akses rehabilitasi di daerah terpencil, hingga pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung proses pemulihan.

Sebagai penutup, Modin Desa Plemahan memimpin doa bersama, memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh warga agar dapat mewujudkan desa yang bersih dari narkoba.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi Desa Plemahan untuk semakin tangguh dan mandiri dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba. Semangat untuk desa bersih narkoba. (adv)















