
JOMBANG | indonesiafacenews.id – Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Agus Pamuji, mendorong para jurnalis yang tergabung dalam IWOI agar tetap menjaga daya kritis dalam menjalankan tugas peliputan di semua lini kehidupan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya fungsi kontrol media terhadap jalannya pembangunan di Kabupaten Jombang.
“Sikap kritis wartawan harus tetap menjadi prioritas utama. Tidak perlu takut menghadapi tekanan atau intimidasi dari pihak mana pun. Pers dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin kemerdekaan dalam menyampaikan informasi yang objektif dan faktual,” tegas Agus Pamuji, yang akrab disapa Wak Goes, dalam perbincangan santai bersama sejumlah wartawan di Kedai Kopi Gembira, Wersah, kemarin siang.

Mantan wartawan senior SKH Balikpapan Pos ini juga menekankan bahwa wartawan harus menjunjung tinggi independensi dan menghindari konflik kepentingan yang bersifat pragmatis. “Hal itu bisa merusak marwah jurnalistik. Pers harus tetap mandiri dan tidak boleh diintervensi pihak luar,” ujarnya.
Agus juga menyinggung pentingnya wartawan mengawal capaian program 100 hari kerja Bupati Jombang, H. Warsubi, dan Wakil Bupati H. Salmanuddin, pasca pelantikan mereka tiga bulan lalu. Ia menilai bahwa sejauh ini, aktivitas kepala daerah masih didominasi agenda seremonial.
“Wartawan harus berani mengupas secara konkrit apa saja yang sudah dicapai dalam program 100 hari kerja. Perlu tolok ukur yang objektif dan faktual, bukan sekadar pencitraan. Jika ada capaian, laporkan apa adanya. Jika ada yang menyimpang, sampaikan juga apa adanya,” tegasnya.
Agus juga menyoroti rencana pembangunan rumah dinas anggota DPRD Jombang. Ia mempertanyakan urgensi dari rencana tersebut, mengingat konsekuensinya akan membebani APBD.
“Pembangunan fasilitas ini harus dipertimbangkan secara matang. Kita harus mengutamakan proyek-proyek strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja, dan keamanan,” tambahnya.

Hal senada juga di sampaikan Ketua umum LSM BANGKIT yang juga Sekretaris IWOI Jombang Ratno Hadi, bahwa peran Jurnalis dan LSM sama-sama sebagai kontrol sosial pemerintah dan masyarakat.
“Sesuai tugas dan fungsi LSM, kami disuruh maupun tidak disuruh tetap akan memperjuagkan hak-hak manusia, menyalurkan aspirasi masyarakat, dan memantau kebijakan pemerintah” ujarnya
“Tentunya kami akan mengawal terus kebijakan pemerintah Jombang dan kami juga akan selalu menagih janji-janji Bupati dan wakil bupati Jombang saat kampanye kemaren” pungkas Ratno hadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Digital Kabupaten Jombang, Endro Wahyudi, menyambut baik sikap kritis pers. Dalam kunjungan kerja pengurus IWOI Jombang ke kantornya, Endro menyatakan bahwa pers bebas memberitakan fakta selama tetap objektif.
“Kami tidak punya hak melarang. Silakan sampaikan berita apa adanya, yang penting objektif. Tapi jangan hanya memuat sisi kekurangan, keberhasilan pembangunan juga harus diinformasikan kepada publik,” ujar alumni STPDN yang dikenal berpenampilan sederhana ini.
Dengan semangat independensi dan integritas, IWOI Jombang terus berkomitmen menjaga marwah pers sebagai garda terdepan penyampai informasi dan pengawal pembangunan daerah.(red)













