Indonesiafacenews.id – Jombang, 27 Janua/ri 2024 Dalam rangka memperingati Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menggelar santunan kepada 102 anak yatim di Masjid Agung Baitul Mukminin.
Ning Hj. Eka Susanti, Ketua LAZISNU PCNU Jombang, menyampaikan bahwa santunan ini diberikan kepada anak yatim dari enam Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang berada di sekitar Jombang.
“Ada 102 anak yatim yang kita data untuk menerima santunan dari enam MWCNU terdekat dengan Jombang,” tutur Ning Santi.
Santunan tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan menjalin kasih sayang kepada anak-anak yatim. “Ini juga sebagai upaya memupuk nilai-nilai kemanusiaan dan mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama,” tambahnya.
Bentuk santunan yang diberikan meliputi alat sekolah, uang, dan makanan, sebagai dukungan kepada anak-anak yatim untuk terus semangat belajar dan menjalani kehidupan.
Acara ini semakin semarak dengan lantunan Shalawat Seribu Rebana yang diikuti oleh ribuan jamaah, menciptakan suasana penuh hikmah dan kebersamaan.Rangkaian Puncak Harlah ke-102 NU
Acara ini semakin semarak dengan lantunan Shalawat Seribu Rebana yang diikuti oleh ribuan jamaah, menciptakan suasana penuh hikmah dan kebersamaan.
Selain santunan, berbagai kegiatan telah dilaksanakan untuk memeriahkan Harlah ke-102 NU di Jombang. Dimulai dengan khotmil quran di 102 majelis pada Senin pagi hingga siang, kemudian dilanjutkan dengan Shalawat Seribu Rebana dan santunan anak yatim pada sore hari.
Pelayanan kesehatan gratis dan donor darah juga digelar oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Jombang dari pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB di lokasi yang sama.
Setelah shalat Maghrib, acara dilanjutkan dengan istighosah yang dipimpin oleh para kiai dalam rangka mengenang perjuangan pendiri NU, Hadratussyaikh Kiai Hasyim Asy’ari. Peringatan Harlah dan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW kemudian berlangsung selepas Isya di Masjid Jami Baitul Mukminin.
Rangkaian acara puncak ini ditutup dengan penampilan sholawat hadrah oleh Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) hingga tengah malam.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkokoh keimanan, dan meneguhkan semangat kebersamaan umat dalam menjaga nilai-nilai ke-NU-an.
















